Minggu, 01 September 2019

5 Kebiasaan Baik Saat Pagi untuk Menghindari Stres Sepanjang Hari

Jakarta - Stres karena padatnya aktivitas dan beragam masalah yang muncul di keseharian memang kadang sulit dihindari. Namun Anda bisa mencegahnya berkembang menjadi burnout hingga depresi dengan mengadopsi sejumlah kebiasaan baik. Seorang nutrisionis pun membagi kebiasaannya saat pagi yang dianggap bisa mengurangi kemungkinan timbulnya stres sepanjang hari. Berikut lima di antaranya. 


1. Bersyukur 
Bangun pagi menjadi kebiasaan banyak orang sukses, termasuk nutrisionis dan pakar holistis Jessica Sepel. Setelah bangun pada pukul 06:30, ia meneruskannya dengan melakukan serangkaian rutinitas baik, salah satunya bersyukur. Jessica mengaku menyempatkan waktu untuk memfokuskan diri lalu mengingat hal-hal baik yang terjadi padanya. 

Momen tersebut juga dijadikan kesempatan untuk memvisualisasi rencana dan impian. "Aku juga memvisualisasi beberapa mimpi dan tujuanku. Aku sangat percaya pada kekuatan (pikiran) dan manifestasi," ungkapnya kepada Dailymail. 

5 Kebiasaan Baik Saat Pagi untuk Menghindari Stres Sepanjang Hari Foto: iStock

2. Jangan Buka Media Sosial
Banyak orang langsung mencari handphone lalu membuka media sosial sesaat setelah bangun tidur. Kebiasaan ini mungkin tampak tak berbahaya namun bisa menunda aktivitas hingga menimbulkan stres. Karena itu, Jessica sangat menghindari kebiasaan yang dikatakan dapat meningkatkan kortisol yang bisa memicu rasa tertekan. "Aturan ini mengubah hidupku. Aku sebenarnya selalu menyimpan ponselku di tempat lain di rumah dan menghapus aplikasi sosial malam sebelum aku memulai hari," kata Jessica.

3. Gerakan Badan
Satu hal lain yang bisa menghindarkan stres dan membuat pikiran serta tubuh lebih sehat adalah menggerakkan badan di pagi hari. Olahraga diketahui bisa jadi cara ampuh untuk melawan stres. Jika Anda tak sempat atau tak ingin berolahraga terlalu keras, paling tidak lakukan yoga atau berjalan selama 20 menit. Setelah itu, Jessica biasanya melakukan meditasi dan teknik pernapasan perut selama 10 menit. 
5 Kebiasaan Baik Saat Pagi untuk Menghindari Stres Sepanjang Hari Foto: iStock
4. Sarapan Bernutrisi
Banyak orang mencari solusi praktis sarapan tapi kemudian melupakan sisi kesehatan. Jessica pun menyarankan untuk memulai hari dengan sarapan bernutrisi yang juga bisa menjadi bahan bakar energi. 

5. Vitamin dan Suplemen 
Selain sarapan bernutrisi, ia juga mengonsumsi suplemen kesehatan dan vitamin yang bisa menekan rasa stres, memberi energi, meningkatkan sistem imun, serta meningkatkan anti oksidan. Dengan menjalani rutinitas positif, hari pun akan berjalan lebih bahagia dan pikiran jadi lebih ringan. 

Seorang Dokter Dipuji karena Operasi 7 Jam Nonstop, Tapi Apa Tidak Lelah?

Seorang dokter mengerjakan operasi 7 jam nonstop (Foto: thinkstock)Seorang dokter mengerjakan operasi 7 jam nonstop (Foto: thinkstock)


Jakarta - Netizen memuji seorang dokter yang telah melakukan operasi 7 jam tanpa henti. Seorang kolega mengunggah foto dokter bernama Dr Dai Yu tersebut di media sosial dalam kondisi tertidur di sela operasi.

"Salut. Terima kasih atas usahanya," ujar seorang warganet dikutip dari Daily Mail.

Seorang netizen lain mengatakan, dia tersentuh dan ingin berterima kasih atas pelayanan yang diberikan dokter. Sementara warganet lain mengatakan dokter di negara mereka adalah yang terbaik.

Menanggapi pujian dan respons positif warganet, Dr Dai berusaha tetap rendah hati. Menurutnya, memenuhi jadwal operasi adalah tanggung jawabnya terhadap perbaikan kondisi pasien. Operasi harus segera dilakukan supaya pasien cepat pulih.

Dr Dai berharap kepatuhan memenuhi jadwal operasi membantunya meningkatkan keterampilan operasi. Selanjutnya metode dan caranya operasi bisa menjadi contoh bagi kolega maupun rekan dokter yang lain.

Saat ini, Dr Dai tercatat sebagai deputi direktur di departemen ortopedi Longgang Central Hospital. Rumah sakit ini terletak di Shenzhen yang ada di wilayah China bagian selatan. Foto Dr Dai diambil salah satu koleganya pada Senin (26/8/2019).

Kepada stasiun televisi lokal Longgang Channel, Dr Dai mengatakan, dia dan koleganya diberi tugas menangani 10 operasi bedah pada hari itu. Dr Dai yang mulai bertugas pada pukul 8 pagi waktu setempat, telah melakukan 7 operasi tanpa henti.

Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dr Dai memutuskan berhenti sejenak dengan duduk sekitar 10 menit di ruang operasi. Saat itu dokter anastesi sedang menyiapkan pasien Dr Dai berikutnya yang hendak dioperasi.

Dr Dai ternyata tertidur sambil menunggu masa persiapan operasi. Saat itulah salah satu kolega Dr Dai mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial. Dr Dai mengatakan, dia melanjutkan operasi setelah bangun dari istirahat singkatnya dan tidak meninggalkan operasi hingga pukul 21.00. Dia baru pulang setelah semua jadwal operasi dipenuhi.

Tips Meredakan Stres Tanpa Harus Menunggu Weekend

Bekerja terus tidak baik untuk kesehatan jiwa. (Foto: ilustrasi/thinkstock)Bekerja terus tidak baik untuk kesehatan jiwa. (Foto: ilustrasi/thinkstock)


Jakarta - Sesuka apapun kamu dengan pekerjaanmu, tubuh tetap butuh rehat sejenak dan istirahat. Hal ini agar kamu bisa menghindari stres. Apa sih tandanya ketika kamu mulai mengalami stres di tempat kerja?

"Kalau kerja terus menerus, tense nya tinggi. Sampai di satu sisi tense nya udah enggak bisa bikin produktif, tapi malah bikin susah fokus dan susah muncul ide," kata Psikolog Veronica Adesla dari Personal Growth saat dihubungi detikHealthbaru-baru ini.

Tanda-tanda tersebut artinya kita sudah mencapai titik jenuh, artinya kita perlu menghindari stres. Berikut tips-tipsnya.

1. Cari teman berbagi

Kamu bisa cari teman atau rekan kerja yang bisa diajak berbagi hal-hal yang membuatmu stres. Hal itu bisa menguranginya efeknya, ceritakan masalahmu pada teman yang saling mengerti posisi masing-masing di kantor. Veronica menambahkan, tapi bukan jenis teman seperti ini ya!

"Jangan cerita ke temen yang kompor, nanti malah di bumbu-bumbuin ceritanya yang ada bukan stres nya ilang tapi makin nambah," katanya.
2. Terapkan pola hidup sehat

Kita mengarah pada pola hidup sehat, olahraga cukup, makan terartur, istirahat cukup, biasanya stres akan bertambah ketika pola hidupnya tadi jadi berantakan. Namun, jam kantor yang padat membuatmu bingung mencari waktu yang tepat untuk olahraga.

"Olahraga bisa menurunkan hormon endorfin dan membuat senang, itu bisa dilakukan dan menurunkan stres. Ada orang yang memilih sebelum berangkat kerja dia lari pagi dan pulang kerja nge-gym," kata Veronica.

3. Buat suasana baru di kantor

Kamu bisa membuat suasana baru di kantor. Seperti menata ulang meja kerja atau menghadirkan sesuatu yang baru. Veronica menyarankan untuk memelihara ikan kecil atau membawa tanaman kecil di pot seperti kaktus di kantor

"Kelihatannya sederhana, tapi ternyata berefek untuk kita-kita yg butuh ketenangan. Salah satu caranya dengan menghadirkan sesuatu yang membuat tenang dan bisa membantu menurunkan stres," pungkasnya.

Asal-usul Lintah yang Nyangkut di Hidung Anak 4,5 Tahun dari Solo

Lintah yang berhasil dikeluarkan dari hidung anak. (Foto: dok.pribadi/Puji)Lintah yang berhasil dikeluarkan dari hidung anak. (Foto: dok.pribadi/Puji)


Jakarta - Seorang anak laki-laki berusia 4,5 tahun dari Solo viral di Facebook ketika orang tuanya mengunggah foto saat menemukan seekor lintah di hidungnya. Sang ayah, Ardiyatsa Hamizan Eka Putra (39) alias Puji bercerita sebelumnya tak curiga sama sekali.

"Awalnya anak saya hampir 20 hari-an mimisan tiap menit, sebagai orang tua saya bawa ke dokter terus diagnosanya ini karena kecapaian karena panas dalam. Kebetulan memang di Solo cuacanya lagi agak panas," kata Puji pada detikHealth dan ditulis Sabtu (31/8/2019).

"Belum curiga saya. Sempat waktu itu keluar (ingus -red) bercampur kaya gumpalan darah," lanjutnya.                                                                                                                                                                                                                                                      Hingga akhirnya ada kerabat menyebut pernah membaca artikel kejadian dengan ciri serupa disebabkan karena lintah di dalam hidung. Keluarga lalu kembali ke rumah sakit untuk mengonfirmasi ketakutan mereka.
"Langsung bawa ke rumah sakit, ternyata bener ada lintah masuk gede. Sekitar 3 sentimeter, sekelingking saya," ungkap Puji.

Netizen bertanya-tanya dari mana lintah bisa masuk sampai bertahan hidup nyaris sebulan di hidung anak. Puji menyebut kemungkinan ketika ia membawa keluarganya berenang di daerah gunung.

"Saya bulan Agustus itu bermain air dua kali satu di daerah pegunungan satu di kolam renang. Pikir saya waktu maen air ini entah telurnya atau yang masih kecil mungkin masuk ke hidung itu," kata Puji.

Dihubungi secara terpisah ahli kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan dr Bagas Wicaksono, SpTHT, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang menyebut kejadian lintah masuk ke hidung bukan hal langka terutama di daerah.

"Itu cukup sering terjadi terutama di daerah. Anak main di sawah nggak sadar kemasukan lintah karena nggak terasa sakit. Memang enggak terlalu nyeri apalagi, anak-anak tidak bisa membedakan ada sesuatu di dalam hidung atau pilek," kata dr Bagas.

Ada Organ Misterius, 17 Tahun Baru Ketahuan 'Hamil' Kembaran Sendiri

Perut sang remaja bengkak diduga kasus fetus in fetu. (Foto: iStock)Perut sang remaja bengkak diduga kasus fetus in fetu. (Foto: iStock)


Jakarta - Seorang remaja di India merasa aneh saat ada bengkak di bagian perutnya yang semakin membesar selama lima tahun terakhir. Ia juga mengeluh terkadang merasakan nyeri di bagian tersebut dan rasa kenyang, padahal ia belum banyak makan.

Kasus yang dipublikasikan di BMJ Case Reports ini menyebutkan dari hasil pindaian pada remaja berusia 17 tahun tersebut. Ditemukan adanya sebuah gumpalan besar di perutnya yang terlihat berisi tulang-belulang.

Dilaporkan Live Science, tulang belulang ini terlihat mirip seperti bentuk tulang punggung, tulang rusuk dan tulang selangka. Selain itu ada juga beberapa gigi dan gumpalan seperti rambut.                                                                                                                                                                                                                                          Dokter mendiagnosisnya dengan fetus in fetu, sebuah kondisi yang terjadi hanya sekitar 1 dari 500 ribu orang di dunia. Kasus remaja ini lebih tidak biasa lagi karena terdiagnosis saat remaja, karena pada umumnya kondisi ini ditemukan saat masih bayi atau balita.

"Ditambah lagi, gumpalan ini sepertinya yang paling besar yang pernah kami lihat," tutur penulis tersebut dalam studinya.
Fetus in fetu merupakan kondisi di mana fetus atau janin berkembang abnormal di dalam kembarannya yang lebih sehat. Belum ditemukan apa penyebabnya, namun para ahli menduga bahwa ini adalah kondisi langka 'kembar parasit' di mana salah satu kembar identik terserap oleh lainnya selama masa kehamilan.

Jaringan dari kembar parasit bergantung pada sistem tubuh dari kembar 'inang' untuk tetep hidup, menurut sebuah studi tahun 2010. Namun ada juga pakar yang berpendapat bahwa fetus in fetu hanyalah sebuah teratoma atau sejenis tumor yang bisa mengandung tiga jenis sel mayor yang ditemukan pada embrio manusia di tahap-tahap awal. 

Saat dokter mengangkat gumpalan ini dari perut si remaja, ukurannya nyaris dua pertiga ukuran bayi. Bahkan memiliki kulit, rambut dan jaringan lemak. 

Sayangnya dokter tak bisa menyingkirkan seluruh jaringan 'kembarannya' karena terlalu melekat pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke saluran pencernaan. Jika disingkirkan, dokter khawatir bisa mengurangi aliran darah ke usus remaja tersebut.

Akan tetapi jika meninggalkan jaringan itu, ada kemungkinan nantinya bisa menjadi kanker, sehingga ia perlu memeriksakan dirinya setahun sekali. Sejauh ini usai dua tahun sejak operasi tersebut, dilaporkan remaja ini masih baik-baik saja. 

"Aku sangat khawatir soal bengkak di perutku. Setelah operasi aku merasa sangat lebih baik.. dan orang tuaku juga sangat senang," kata remaja ini di dalam studi tersebut. 

Viral Lintah Hidup di Hidung Anak, Ini Bahaya Lintah yang Tersangkut

Potret lintah hidup yang diambil dari hidung anak Puji. (Foto: Facebook/Setyo Pe-je Chelsea)Potret lintah hidup yang diambil dari hidung anak Puji. (Foto: Facebook/Setyo Pe-je Chelsea)


Jakarta - Seorang anak berusia 4,5 tahun dari Solo, Jawa Tengah, viral setelah foto-foto pengangkatan lintah di hidungnya tersebar di Facebook. Menurut sang ayah, Puji (39), kemungkinan hewan masuk saat anaknya sedang berenang.

"Saya bulan Agustus itu bermain air dua kali satu di daerah pegunungan satu di kolam renang. Pikir saya waktu maen air ini entah telurnya atau yang masih kecil mungkin masuk ke hidung itu," kata Puji pada detikHealth dan ditulis Sabtu (31/8/2019).

Ahli kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan dr Bagas Wicaksono, SpTHT, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang menyebut kejadian lintah masuk ke hidung memang bukan hal langka. Lintah senang masuk ke rongga tubuh seperti hidung atau telinga karena kondisinya yang lembap dan gelap.                                                                            
Anak-anak mungkin sulit membedakan bila ada sesuatu seperti lintah tersangkut di dalam hidung karena bisa terasa mirip pilek. Peran orang tua untuk mendeteksi keanehan misalnya bila anak jadi sering mimisan.

"Mimisan yang 'normal' itu enggak sering paling setahun sekali atau dua kali. Jumlahnya juga enggak banyak cukup ditutup sama tisu berhenti sendiri. Nah kalau sampai mimisan tiap bulan atau beberapa hari berturut-turut, patut dicurigai harus cek ke dokter THT," kata dr Bagas.

Bila lintah dibiarkan hidup di dalam hidung menurut dr Bagas risikonya terjadi masalah infeksi, radang sinus, hingga anemia. Oleh karena itu secepatnya ke dokter agar lintah bisa diangkat dari hidung menggunakan alat.

"Ada alat seperti klem yang sangat panjang. Ujung lintahnya di klem supaya enggak bisa gerak dan ditarik. Kalau terlalu sulit misalnya karena anak rewel bisa dibius, ditidurkan sementara jadi tindakan gampang," lanjut dr Bagas.

"Biasanya kalau masih anak-anak proses penyembuhan cepat jadi biasanya enggak meninggalkan sisa penyakit yang terlalu berat," pungkasnya.

Jangan Disepelekan! 3 Kondisi Ini Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Gejala gangguan jantung kerap menyerupai penyakit lain. (Foto: shutterstock)Gejala gangguan jantung kerap menyerupai penyakit lain. (Foto: shutterstock)


Jakarta - Gangguan jantung tak harus ditandai sakit atau sensasi sesak di dada kiri. Dalam beberapa kasus, gangguan tak punya gejala khas hingga pasien terlanjur kehilangan nyawa.

"Ada yang merasa masuk angin atau maag nggak tahunya kena serangan jantung. Yang penting hati-hati jika gangguan masih dirasakan meski sudah minum obat. Misal segera ke dokter supaya bisa mencegah atau menangani serangan selanjutnya," kata dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA pada acara Road To World Heart Day 2019, Sabtu (31/8/2019).                                                  
Berikut 3 kondisi yang wajib diwaspadai sebagai gejala gangguan jantung, jika tak kunjung sembuh setelah minum obat:                                                                                1. Dikira masuk angin

Masuk angin merujuk pada kondisi badan kurang fit, yang kadang disertai pegal dan rasa tidak nyaman lain. Masuk angin biasanya membaik dengan istirahat, pijat, pakai minyak gosok, atau kerokan.

"Wajib waspada jika masuk angin ini tak juga hilang setelah minum obat. Apalagi disertai sesak seperti dihimpit benda berat, kebas di tangan kiri, keringat dingin, dan tanda lainnya. Segera ke rumah sakit karena bisa saja menandai serangan jantung," kata dr Vito.

2. Sakit maag nggak sembuh-sembuh

Lambung terletak di bawah dan dekat dengan jantung. Menurut dr Vito, hal inilah yang mengakibatkan masyarakat umum kerap salah mengira nyeri yang dialaminya. Apalagi jika nyeri berasal dari areal kiri bawah yang dekat lambung.

"Jika sudah minum obat asam lambung atau gangguan maag lain tapi nggak sembuh-sembuh, sebaiknya segera ke dokter. Bisa jadi serangan jantung yang harus segera ditangani supaya pasien punya peluang kembali sehat lebih besar," kata dr Vito.

3. Deg-degan

Deg-degan tak selalu menandai gejala gangguan jantung. Dalam beberapa kasus, deg-degan menjadi respon atas rasa gugup atau nervous. Deg-degan yang terjadi pada dua kasus tersebut sangat berbeda.

"Deg-degan karena nervous terjadi dengan irama lebih cepat namun teratur. Sedangkan pada gangguan jantung, irama deg-degan tidak teratur yang disebut aritmia. Jika deg-degan yang terjadi cenderung tidak teratur, sebaiknya segera ke dokter untuk memeriksakan diri," kata dr Vito.